|Read later

Masa Depan yang Cerah Bagi Bisnis Sekolah dan Pendidikan di Indonesia

Tingkat optimisme sangat tinggi di antara sekolah-sekolah serta sektor bisnis terhadap masa depan dunia pendidikan di Indonesia.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengatakan bahwa sekolah-sekolah semakin gencar berinvestasi dalam pengadaan teknologi baru serta sarana lainnya guna meningkatkan kualitas edukasi yang diberikan kepada murid-murid di seluruh tanah air.

Bekerjasama dengan buyer’s program dari GESS Indonesia, Muhammad Ramli Rahim sebagai ketua menjelaskan bahwa melalui acara ini sekolah-sekolah bisa mengenal berbagai terobosan baru pada pengembangan teknologi dan edukasi. Tahun ini untuk pertama kalinya, perwakilan dari kantor IGI serta pemerintah dari seluruh wilayah datang ke acara ini sebagai bagian dari acara buyer’s program.

“Perusahaan dari seluruh dunia datang untuk memperkenalkan produk-produk serta solusi baru dalam dunia edukasi, yang mana membuat sekolah-sekolah kami memiliki banyak pilihan terhadap teknologi mana yang sesuai untuk diadopsi kepada murid-murid kami,” kata Ramli.

Menurut Ramli, ketertarikan guru terhadap teknologi baru juga saat ini sedang meningkat. Ramli menjelaskan, “Dari hanya 900 peserta IGI pada tahun 2017, meningkat menjadi 1,500 peserta yang datang ke GESS Indonesia tahun ini, yang mana setiap dari mereka ingin belajar tidak hanya mengenai teknologi baru, melainkan keahlian-keahlian lainnya serta teknik pengajaran yang bisa mereka gunakan untuk meningkatkan kapabilitas mereka serta kemampuan murid-murid dalam belajar.”

Perusahaan start-up lokal sekalipun yang berada di start-up pavilion juga melihat prospek gemilang pada bisnis edukasi mereka. Smartbee, perusahaan pengembang aplikasi mobile yang saat ini telah digunakan oleh hampir 60 sekolah di Jakarta, telah mendapatkan banyak permintaan saat pameran GESS Indonesia 2018. Aplikasi mereka membantu memudahkan para penggunanya untuk melaporkan kegiatan murid dan sekolah ke orang tua/wali.

Febri Raharningrum, Smartbee Community Engagement Manager mengatakan bahwa sebanyak 20 sekolah telah mengungkapkan ketertarikan mereka dalam menggunakan aplikasi Smartbee. “Keikutsertaan kami pada acara GESS telah menghasilkan perkembangan yang positif, yang mana kami berterima kasih atas platform yang diberikan ini sehingga kami dapat menjangkau sekolah-sekolah dan menunjukkan apa yang kami bisa tawarkan kepada mereka.”

Pesona Edukasi (Pesona Edu), perusahaan asal Indonesia yang telah memproduksi e-books selama kurang lebih 10 tahun, melihat prospek cerah terhadap pertumbuhan. “Penggunaan electronic books di Indonesia meningkat secara signifikan dan potensinya besar tidak hanya di dalam negeri, melainkan di luar negeri juga,” kata Suka Harijanto, Marketing Manager Pesona Edukasi yang pada acara ini sangat disibukkan oleh pertemuan-pertemuan dengan guru, dosen, serta pemilik sekolah.

Bagi Matt Thompson, Project Director Tarsus sebagai penyelenggara GESS yang menggaungkan serial acara dalam pasar pendidikan skala internasional seperti di Indonesia, UAE, Turki, dan Meksiko mengatakan bahwa keunggulan dari acara ini tidak hanya menghubungkan sekolah-sekolah dengan penyedia.

“Hingga saat ini respon yang kami dapatkan sangat positif. Dari tahun ke tahun jumlah pengunjung telah meningkat dengan lebih banyak kepala sekolah, guru, serta profesional. Kami sangat takjub dengan jumlah pengunjungnya, serta ketertarikan mereka dalam mengikuti sesi-sesi konferensi yang ada, dengan guru-guru yang memperlihatkan antusiasime mereka terhadap konten yang diberikan,” kata Thompson.

Bagi GESS Indonesia sendiri, ide-ide tidak hanya menjadi poin yang “bersinar terang”, namun juga masa depan. Edisi ke-5 dari perhelatan dan konferensi pendidikan terbesar di Asia Tenggara dijadwalkan akan hadir pada 18 – 20 September 2019 di Jakarta Convention Centre.